laser marking coding square

Laser Marking Coding: Cara Kerja, Fungsi, Jenis, Aplikasi

Dalam proses produksi, kebutuhan coding tidak hanya soal mencetak tanggal produksi atau expired date. Banyak produk juga membutuhkan nomor batch, serial number, barcode, QR code, hingga DataMatrix untuk mendukung identifikasi dan traceability.

Salah satu teknologi yang digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah laser marking coding. Teknologi ini membuat tanda langsung pada permukaan material menggunakan sinar laser tanpa tinta, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan hasil marking jelas, detail, dan lebih tahan lama.

Artikel ini akan membahas cara kerja laser marking, fungsi, jenis laser, material yang dapat digunakan, kelebihan, keterbatasan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih sistem laser marking untuk kebutuhan produksi.

Apa Itu Laser Marking Coding?

mesin laser marking fiber Gressler Indonesia

Laser marking coding adalah proses memberikan kode, teks, simbol, atau data pada permukaan produk menggunakan sinar laser. Berbeda dengan printer berbasis tinta, laser tidak menyemprotkan tinta ke permukaan, tetapi memanfaatkan energi laser untuk menghasilkan tanda langsung pada material.

Karena tidak menggunakan tinta, proses laser marking tidak membutuhkan consumable seperti cartridge, ribbon, atau make-up. Hasil marking juga dapat bersifat permanen pada material yang sesuai, sehingga cocok untuk kebutuhan identifikasi produk dan traceability.

Laser marking dapat digunakan dalam dua metode utama:

  • Static marking, yaitu produk berhenti saat proses marking dilakukan.
  • Flying marking, yaitu produk tetap bergerak di conveyor saat laser melakukan marking.

Metode yang digunakan biasanya disesuaikan dengan bentuk produk, kecepatan production line, area marking, dan target cycle time.

Informasi Apa Saja yang Bisa Dibuat dengan Laser Marking?

 

Laser marking coding dapat digunakan untuk membuat berbagai informasi, seperti:

  • Production date.
  • Expired date.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Serial number.
  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.
  • Logo.
  • Teks.
  • Product code.

Kemampuan ini membuat laser marking tidak hanya digunakan untuk mencetak informasi tanggal, tetapi juga untuk identifikasi individual, tracking batch, product identification, dan traceability.

Namun, hasil laser sangat dipengaruhi oleh jenis material dan parameter yang digunakan. Karena itu, material seperti logam, plastik, karton, atau kaca tertentu perlu diuji terlebih dahulu untuk memastikan kontras, ketajaman, dan kualitas marking sesuai dengan kebutuhan produksi.

Bagaimana Cara Kerja Laser Marking?

Secara sederhana, proses laser marking dapat digambarkan melalui alur berikut:

Laser Source → Beam → Galvo Scanner → Lens → Material

Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya bekerja bersama untuk menghasilkan marking yang sesuai dengan desain dan data yang sudah diatur.

Laser Source Menghasilkan Sinar

Laser source merupakan sumber utama yang menghasilkan energi laser.

Karakteristik sinar yang dihasilkan berbeda tergantung jenis laser yang digunakan, misalnya:

  • Fiber Laser.
  • CO2 Laser.
  • UV Laser.

Perbedaan jenis source akan memengaruhi material apa yang cocok untuk diproses, kualitas marking, serta parameter yang perlu digunakan.

Galvo Mengarahkan Sinar

Setelah sinar laser dihasilkan, beam diarahkan menuju galvo scanner.

Galvo menggunakan mirror yang bergerak sangat cepat untuk mengarahkan sinar laser ke titik-titik tertentu sesuai desain marking.

Dengan gerakan mirror tersebut, laser dapat membentuk:

  • Huruf.
  • Angka.
  • Garis.
  • Logo.
  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.

Kecepatan dan ketepatan galvo sangat berpengaruh terhadap hasil marking dan cycle time.

Lens Memfokuskan Beam

Sinar laser kemudian melewati lens yang berfungsi untuk memfokuskan beam pada area marking.

Fokus yang tepat penting agar energi laser terkonsentrasi pada permukaan material secara optimal.

Jika posisi fokus tidak sesuai, hasil marking dapat:

  • Kurang tajam.
  • Kurang kontras.
  • Terlalu lebar.
  • Tidak konsisten.

Karena itu, jarak antara lens dan permukaan produk perlu diatur sesuai konfigurasi mesin.

Laser Berinteraksi dengan Material

Setelah difokuskan, sinar laser berinteraksi langsung dengan permukaan material.

Energi laser dapat menyebabkan perubahan pada permukaan, misalnya:

  • Menghilangkan lapisan tertentu.
  • Mengubah warna permukaan.
  • Membuat engraving.
  • Membentuk kontras pada material.

Jenis perubahan yang terjadi tergantung pada material dan parameter seperti power, speed, frequency, dan focus.

Dari proses inilah terbentuk kode atau informasi yang dapat terlihat pada produk.

Controller Mengatur Data

Controller berfungsi sebagai pusat pengaturan data dan parameter marking.

Melalui controller, operator dapat menentukan:

  • Teks.
  • Nomor.
  • Barcode.
  • QR code.
  • Logo.
  • Posisi marking.
  • Ukuran karakter.
  • Kecepatan marking.
  • Parameter laser tertentu.

Controller juga memungkinkan data diubah sesuai kebutuhan produksi, misalnya pergantian batch, serial number, atau tanggal.

Secara keseluruhan, laser marking bekerja dengan cara menghasilkan sinar, mengarahkan beam, memfokuskannya ke material, lalu mengontrol interaksi laser dengan permukaan untuk membentuk tanda. Karena prosesnya digital dan dapat diatur melalui controller, sistem ini cocok untuk kebutuhan coding yang membutuhkan detail, konsistensi, dan traceability.

Apa Fungsi Laser Marking Coding?

laser marking coding square

Laser marking coding berfungsi untuk membuat berbagai informasi langsung pada permukaan produk tanpa menggunakan tinta. Teknologi ini dapat digunakan untuk kebutuhan identifikasi, traceability, branding, hingga permanent marking, tergantung material dan jenis laser yang digunakan.

Mencetak Tanggal Produksi

Laser marking dapat digunakan untuk membuat production date atau tanggal produksi pada produk maupun kemasan.

Informasi ini membantu:

  • Menunjukkan kapan produk dibuat.
  • Mendukung pencatatan produksi.
  • Menghubungkan produk dengan batch tertentu.
  • Mempermudah proses traceability.

Aplikasinya dapat digunakan pada material yang kompatibel seperti logam, plastik tertentu, karton, atau kemasan lain sesuai jenis laser.

Mencetak Expired Date

Laser marking juga dapat digunakan untuk mencetak expired date pada material dan aplikasi yang sesuai.

Karena prosesnya tidak menggunakan tinta, kode dibuat langsung melalui perubahan pada permukaan material. Hal ini dapat menjadi pilihan ketika perusahaan membutuhkan hasil yang lebih tahan terhadap gesekan atau tidak ingin menggunakan consumable tinta.

Namun, tidak semua kemasan cocok untuk dilaser. Material tetap perlu diuji untuk memastikan hasil marking jelas dan tidak merusak permukaan.

Mencetak Batch dan Lot Number

Batch number dan lot number digunakan untuk mengidentifikasi kelompok produksi tertentu.

Dengan laser marking, informasi ini dapat dibuat langsung pada produk untuk membantu:

  • Traceability.
  • Quality control.
  • Identifikasi kelompok produksi.
  • Investigasi ketika terjadi masalah kualitas.
  • Pencatatan produksi.

Kode batch yang jelas membantu perusahaan menelusuri produk dari proses produksi hingga distribusi.

Mencetak Serial Number

Serial number digunakan untuk memberikan identitas unik pada setiap produk atau komponen.

Aplikasi ini banyak ditemukan pada:

  • Komponen elektronik.
  • Spare part.
  • Komponen logam.
  • Peralatan industri.
  • Produk dengan identitas individual.

Laser marking cocok untuk serial number karena dapat menghasilkan karakter kecil dan detail pada material yang sesuai.

Membuat Barcode

Laser marking dapat digunakan untuk membuat barcode yang dapat dibaca menggunakan scanner.

Barcode biasanya digunakan untuk:

  • Product identification.
  • Inventory.
  • Tracking.
  • Warehouse.
  • Distribusi.
  • Traceability.

Agar barcode mudah dipindai, faktor seperti kontras, ukuran, focus, dan kualitas permukaan perlu diperhatikan.

Membuat QR Code dan DataMatrix

Selain barcode 1D, laser marking juga dapat digunakan untuk membuat QR code dan DataMatrix.

Kode tersebut dapat digunakan untuk:

  • Traceability.
  • Identifikasi individual.
  • Menghubungkan produk dengan database.
  • Informasi produksi.
  • Tracking komponen.
  • Digital product information.

DataMatrix banyak digunakan pada aplikasi industri karena dapat menyimpan informasi dalam area yang relatif kecil.

Namun, keterbacaan QR code dan DataMatrix tetap bergantung pada kontras, ukuran module, kualitas marking, serta kondisi permukaan.

Membuat Logo dan Product Information

Laser marking tidak hanya digunakan untuk kode produksi. Teknologi ini juga dapat membuat:

  • Logo.
  • Nama produk.
  • Teks.
  • Simbol.
  • Spesifikasi.
  • Product code.
  • Informasi teknis.

Fungsi ini dapat digunakan untuk membantu product identification maupun branding pada produk.

Permanent Identification

Salah satu fungsi utama laser marking adalah menghasilkan identifikasi yang lebih permanen pada material yang sesuai.

Karena marking dibuat melalui perubahan langsung pada permukaan, hasilnya dapat lebih tahan terhadap:

  • Gesekan.
  • Pemakaian.
  • Proses handling.
  • Kondisi lingkungan tertentu.

Hal ini membuat laser marking banyak digunakan untuk produk atau komponen yang membutuhkan identitas tetap dalam jangka panjang.

Namun, tingkat ketahanan tetap dipengaruhi oleh jenis material, metode marking, kedalaman, coating, dan kondisi penggunaan produk. Karena itu, sample marking tetap penting untuk memastikan hasil sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Secara keseluruhan, laser marking coding tidak hanya berfungsi untuk mencetak tanggal atau batch, tetapi juga menjadi bagian dari sistem identifikasi, traceability, scanning, branding, dan permanent marking dalam proses produksi.

Apa Kelebihan Laser Marking Coding?

mesin laser marking fiber Gressler Indonesia

Laser marking coding memiliki sejumlah kelebihan untuk kebutuhan identifikasi dan traceability di industri. Teknologi ini bekerja tanpa tinta dan dapat menghasilkan marking yang detail serta tahan lama pada material yang sesuai.

Tidak Menggunakan Tinta

Laser marking tidak membutuhkan tinta, make-up, cartridge, atau ribbon untuk membuat kode.

Hal ini membuat proses marking lebih sederhana dari sisi consumable rutin karena informasi dibentuk langsung pada permukaan material menggunakan sinar laser.

Hasil Marking Permanen

Pada material yang sesuai, hasil laser marking dapat menjadi bagian dari permukaan material itu sendiri.

Karena itu, marking dapat lebih tahan terhadap:

  • Gesekan.
  • Handling.
  • Pemakaian.
  • Kondisi lingkungan tertentu.

Karakteristik ini cocok untuk produk yang membutuhkan identifikasi jangka panjang, seperti serial number, part number, barcode, QR code, atau DataMatrix.

Minim Consumable

Karena tidak menggunakan tinta atau ribbon, kebutuhan consumable rutin pada laser marking relatif lebih sedikit dibandingkan teknologi berbasis inkjet atau thermal transfer.

Hal ini dapat membantu mengurangi:

  • Penggantian tinta.
  • Penggantian ribbon.
  • Penyimpanan consumable.
  • Risiko kehabisan tinta di tengah produksi.

Meski demikian, laser tetap membutuhkan maintenance pada komponen tertentu seperti optics, cooling system, atau extraction system sesuai konfigurasi mesin.

Detail Tinggi

Laser marking dapat menghasilkan marking dengan detail tinggi pada material yang sesuai.

Teknologi ini cocok untuk membuat:

  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.
  • Logo.
  • Serial number.
  • Karakter kecil.
  • Product code.
  • Simbol tertentu.

Kemampuan ini membuat laser marking banyak digunakan untuk kebutuhan traceability yang membutuhkan kode machine-readable.

Namun, kualitas hasil tetap dipengaruhi oleh material, focus, power, speed, frequency, dan parameter lainnya.

Cocok untuk High-Speed Production Line

Laser marking tidak hanya digunakan untuk produk yang berhenti saat proses marking.

Dengan sistem flying marking, laser dapat melakukan marking pada produk yang tetap bergerak di conveyor.

Hal ini membuat laser dapat digunakan pada production line dengan kebutuhan kecepatan tinggi, selama:

  • Kecepatan line sesuai.
  • Marking area tidak terlalu besar.
  • Data yang dicetak sesuai cycle time.
  • Sensor dan encoder dikonfigurasi dengan benar.

Karena itu, cycle time tetap perlu diuji pada kondisi produksi aktual.

Minim Risiko Tinta Luntur

Laser marking tidak menggunakan tinta, sehingga tidak memiliki masalah seperti tinta:

  • Belum kering.
  • Luntur.
  • Tercoret saat handling.
  • Terhapus karena gesekan ringan.

Kode dibentuk melalui perubahan langsung pada permukaan material.

Namun, ketahanan marking tetap bergantung pada material, kedalaman marking, coating, dan kondisi penggunaan produk.

Mendukung Traceability

Laser marking sangat relevan untuk kebutuhan traceability karena dapat menghasilkan kode yang detail dan tahan lama.

Informasi yang dapat digunakan untuk traceability antara lain:

  • Batch number.
  • Lot number.
  • Serial number.
  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.
  • Product identification code.

Kode tersebut dapat membantu menghubungkan produk dengan data produksi, quality control, warehouse, hingga distribusi.

Secara keseluruhan, keunggulan laser marking terletak pada hasil yang permanen, minim consumable, detail tinggi, dan kemampuan integrasi dengan production line. Namun, hasil terbaik tetap bergantung pada kecocokan material dan pemilihan jenis laser yang tepat, sehingga sample marking perlu dilakukan sebelum menentukan sistem yang digunakan.

Apa Saja Jenis Laser Marking?

Laser marking tidak hanya terdiri dari satu teknologi. Jenis laser yang digunakan perlu disesuaikan dengan material, kebutuhan hasil marking, kecepatan produksi, dan tingkat detail yang dibutuhkan.

Tiga jenis laser yang umum digunakan untuk kebutuhan coding dan marking industri adalah Fiber Laser, CO2 Laser, dan UV Laser.

Fiber Laser

Fiber laser merupakan jenis laser yang sangat umum digunakan untuk marking pada berbagai jenis logam dan beberapa plastik tertentu.

Material yang sering menggunakan fiber laser antara lain:

  • Stainless steel.
  • Aluminium.
  • Besi.
  • Tembaga.
  • Kuningan.
  • Komponen industri.
  • Komponen elektronik.

Fiber laser cocok untuk membuat:

  • Serial number.
  • Batch number.
  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.
  • Logo.
  • Product code.

Kelebihan utamanya adalah mampu menghasilkan marking dengan kontras tinggi dan detail yang baik pada banyak material logam. Pada aplikasi yang sesuai, hasil marking juga dapat bersifat permanen dan tahan terhadap proses handling.

Karena itu, fiber laser banyak digunakan pada industri elektronik, electrical component, automotive, metalworking, spare part, dan berbagai kebutuhan traceability pada komponen logam.

CO2 Laser

CO2 laser lebih banyak digunakan pada material non-metal tertentu.

Contoh material yang dapat menggunakan CO2 laser antara lain:

  • Kertas.
  • Karton.
  • Kayu.
  • Kaca tertentu.
  • Plastik tertentu.
  • Packaging material.

CO2 laser dapat digunakan untuk kebutuhan seperti:

  • Tanggal produksi.
  • Expired date.
  • Batch number.
  • Logo.
  • Barcode.
  • QR code.
  • Informasi produk.

Teknologi ini banyak digunakan pada aplikasi packaging karena dapat melakukan marking langsung pada material tanpa tinta.

Namun, respons setiap material terhadap CO2 laser dapat berbeda. Plastik yang terlihat sama, misalnya, belum tentu menghasilkan kontras yang sama karena komposisi, warna, coating, atau additive yang digunakan dapat berbeda.

Fokus utama CO2 laser adalah coding dan marking pada berbagai material organik dan non-metal tertentu.

UV Laser

UV laser menggunakan panjang gelombang ultraviolet yang memungkinkan energi laser berinteraksi dengan material dengan heat affected zone yang relatif kecil pada banyak aplikasi.

Karakteristik ini membuat UV laser cocok untuk material yang membutuhkan marking detail atau lebih sensitif terhadap panas.

Aplikasinya antara lain pada:

  • Komponen elektronik.
  • Plastik tertentu.
  • Komponen berukuran kecil.
  • Material sensitif terhadap panas.
  • Produk dengan kebutuhan marking detail tinggi.

UV laser dapat digunakan untuk membuat:

  • Serial number.
  • QR code.
  • DataMatrix.
  • Barcode.
  • Logo.
  • Teks berukuran kecil.
  • Product identification.

Karena efek panasnya dapat lebih terkendali pada aplikasi tertentu, UV laser sering dipilih ketika material berisiko mengalami perubahan bentuk, terbakar, atau rusak jika menggunakan energi panas yang terlalu besar.

Fokus utama UV laser adalah fine marking pada material yang membutuhkan detail tinggi dan heat affected zone yang relatif kecil.

Fiber, CO2, atau UV Laser: Mana yang Lebih Tepat?

Tidak ada satu jenis laser yang paling baik untuk semua kebutuhan.

Secara sederhana:

  • Fiber Laser lebih banyak digunakan untuk logam dan beberapa plastik.
  • CO2 Laser lebih sesuai untuk banyak material non-metal seperti karton, kayu, kertas, dan packaging tertentu.
  • UV Laser cocok untuk aplikasi detail tinggi dan material tertentu yang lebih sensitif terhadap panas.

Pemilihan tetap perlu dilakukan berdasarkan material aktual, target kualitas marking, kecepatan produksi, dan jenis informasi yang ingin dibuat. Karena itu, sample marking sangat penting sebelum menentukan jenis laser yang akan digunakan.

Apa Saja Aplikasi Laser Marking?

Laser marking digunakan pada berbagai kebutuhan industri untuk memberikan kode, identitas, atau informasi langsung pada permukaan produk. Aplikasinya dapat berbeda tergantung jenis laser, material, bentuk produk, dan kebutuhan traceability.

Berikut beberapa aplikasi laser marking yang umum digunakan:

Coding Tanggal Produksi dan Expired Date

Laser marking dapat digunakan untuk membuat:

  • Production date.
  • Expired date.
  • Best before.
  • Nomor batch.
  • Nomor lot.

Aplikasi ini banyak ditemukan pada produk makanan, minuman, kosmetik, personal care, farmasi, serta berbagai kemasan consumer goods.

Keunggulannya, kode dibuat langsung pada permukaan material sehingga tidak membutuhkan tinta.

Serial Number dan Product Identification

Laser marking banyak digunakan untuk mencetak serial number atau product code yang berfungsi sebagai identitas unik suatu produk atau komponen.

Aplikasi ini umum pada:

  • Elektronik.
  • Electrical components.
  • Spare part.
  • Automotive component.
  • Mesin dan peralatan industri.
  • Komponen logam.

Serial number membantu perusahaan melakukan tracking, inspeksi, warranty management, dan traceability.

Barcode, QR Code, dan DataMatrix

Laser marking juga cocok untuk membuat machine-readable code seperti:

  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.

Kode tersebut dapat digunakan untuk:

  • Product identification.
  • Inventory.
  • Warehouse.
  • Tracking.
  • Traceability.
  • Menghubungkan produk dengan database.

Agar kode mudah dibaca scanner, kontras, ukuran, resolusi, focus, dan kondisi permukaan perlu diperhatikan.

Logo dan Branding Produk

Selain untuk kode produksi, laser marking dapat digunakan untuk membuat logo dan identitas merek langsung pada produk.

Contohnya pada:

  • Komponen logam.
  • Produk elektronik.
  • Kemasan tertentu.
  • Peralatan industri.
  • Produk premium.

Karena marking dibuat langsung pada material, hasilnya dapat memberikan tampilan yang lebih rapi dan tahan lama pada aplikasi yang sesuai.

Marking pada Komponen Logam

Fiber laser banyak digunakan untuk marking pada material seperti:

  • Stainless steel.
  • Aluminium.
  • Besi.
  • Baja.
  • Tembaga.
  • Kuningan.

Informasi yang dibuat dapat berupa:

  • Serial number.
  • Part number.
  • Logo.
  • Barcode.
  • QR code.
  • DataMatrix.
  • Spesifikasi komponen.

Aplikasi ini banyak ditemukan pada industri automotive, metalworking, electronics, dan engineering.

Marking pada Plastik

Laser dapat digunakan pada beberapa jenis plastik untuk membuat:

  • Logo.
  • Product code.
  • Serial number.
  • Batch.
  • QR code.
  • DataMatrix.

Namun, tidak semua plastik memberikan respons yang sama terhadap laser.

Hasil marking dipengaruhi oleh:

  • Jenis polymer.
  • Warna.
  • Pigment.
  • Additive.
  • Coating.
  • Ketebalan material.

Karena itu, sample marking sangat penting untuk aplikasi plastik.

Marking pada Karton dan Packaging

CO2 laser dapat digunakan pada berbagai material packaging tertentu, seperti:

  • Karton.
  • Kertas.
  • Label.
  • Packaging material tertentu.

Aplikasinya antara lain untuk:

  • Expired date.
  • Batch.
  • Production date.
  • Barcode.
  • QR code.
  • Informasi produk.

Laser dapat diintegrasikan dengan conveyor atau packaging machine sehingga proses marking berjalan otomatis.

Marking pada Kayu dan Building Material

Laser marking juga dapat digunakan pada:

  • Kayu.
  • Panel.
  • Board.
  • Material konstruksi tertentu.

Informasi yang dapat dibuat meliputi:

  • Nama produk.
  • Ukuran.
  • Logo.
  • Batch.
  • Product code.
  • Manufacturer identification.

Aplikasi ini berguna untuk product identification dan traceability pada produk building material.

Marking pada Elektronik dan Electrical Components

Laser marking banyak digunakan pada industri elektronik karena dapat menghasilkan kode yang kecil dan detail.

Contoh aplikasinya:

  • PCB.
  • Connector.
  • Housing.
  • Switch.
  • Electrical component.
  • Electronic part.

Informasi yang dibuat dapat berupa:

  • Serial number.
  • DataMatrix.
  • QR code.
  • Logo.
  • Product code.
  • Part number.

Untuk material tertentu yang sensitif terhadap panas, UV laser dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Marking pada Kabel dan Produk Extrusion

Pada aplikasi tertentu, laser marking dapat digunakan untuk memberikan identitas pada:

  • Kabel.
  • Pipa.
  • Profile extrusion.

Informasi yang dapat dibuat meliputi:

  • Product code.
  • Ukuran.
  • Manufacturer code.
  • Batch.
  • Spesifikasi.

Namun, jenis material dan kecepatan line perlu diuji untuk memastikan proses marking tetap sesuai dengan cycle time produksi.

Static dan Flying Marking

Dari sisi proses, aplikasi laser marking juga dapat dibagi menjadi dua:

Static marking digunakan ketika produk berhenti selama proses marking. Aplikasi ini cocok untuk komponen, part, atau produk yang dimasukkan secara manual ke area laser.

Flying marking digunakan ketika produk tetap bergerak pada conveyor. Sistem ini lebih sesuai untuk production line otomatis dan kebutuhan coding dengan kecepatan lebih tinggi.

Secara umum, laser marking dapat digunakan untuk kebutuhan coding, traceability, product identification, permanent marking, hingga branding. Namun, jenis laser yang digunakan perlu disesuaikan dengan material dan kebutuhan aplikasinya. Sample marking tetap menjadi langkah penting untuk memastikan hasil, kontras, cycle time, dan ketahanan marking sesuai dengan target produksi.

Kesimpulan

Laser marking coding merupakan teknologi yang digunakan untuk membuat kode, teks, simbol, barcode, QR code, DataMatrix, hingga serial number langsung pada permukaan material tanpa menggunakan tinta. Teknologi ini cocok untuk kebutuhan identifikasi, traceability, branding, dan permanent marking pada berbagai aplikasi industri.